SPORT INJURIES
(TRAUMA OLAHRAGA)
Materi:
| Trauma abdomen Perubahan tekanan udara Ankle-Sprain Trauma dada Corked thigh Trauma mata Trauma wajah Trauma jari Fraktur hidung Trauma pangkal paha dan testis | Trauma kepala Trauma lutut Trauma otot Trauma bahu Trauma jaringan lunak pada leher Trauma spinal Fraktur tekanan Tennis elbow winding |
Pencegahan
Kebanyakan trauma olahraga dapat dicegah bila atlet:
- Berlatih secara adekuat sebelum bertanding
- Tubuh fit untuk melaksanakan olahraga
- Bermain atau bertanding pada standartnya
- Berpakaian dan menggunakan peralatan yang tepat
- Tidak mengulangi olahraga sampai sembuh sepenuhnya dari trauma terdahulu.
Penilaian korban
- DRABC (Danger, Response, Airway, Breathing, Circulation)
- Menilai trauma segera setelah terjadi, bukan pada akhir kejadian
- Menilai trauma secara hati-hati sebelum bergerak ke korban
- Jangan meninggalkan korban dengan trauma spinal dari lokasi sampai bantuan medis datang.
Manajemen Trauma Olahraga
- Trauma abdomen
Trauma abdomen jarang terjadi pada olah raga, tetapi dapat disebabkan oleh pukulan ke abdomen, atau oleh tabrakan kecepatan tinggi, mis: pada surfing.Ingatlah bahwa organ vital (lien, hepar dan ginjal) dapat terkena, lihat tanda-tanda perdarahan internal, korban dengan nyeri abdomen yang berlanjut harus melihat bantuan medis dengan segera.
- Perubahan tekanan udara
Perubahan tekanan udara yang terjadi selama SCUBA Diving dan Sky Diving dapat mengakibatkan trauma yang mengancam jiwa.
Pencegahan:
- Persiapan dan latihan yang cukup
- Mengikuti prosedur yang aman
Efek:
- Ruptur gendang telinga (membran timpani)
- Ruptur alveoli dan paru-paru
- Nyeri facial akut
- Penyakit dekompresi (benda) termasuk gelembung nitrogen yang terbentuk dalam darah, dapat mengancam jiwa.
- Emblisme gas arteri, gelembung udara yang terbentuk dalam darah sebagai akibat dari paru-paru yang rupture, dapat mengancam jiwa.
Manajemen:
- DRABC (Danger, Response, Airway, Breathing, Circulation)
- Mencari bantuan medis dengan segera
- Ankle sprain (keseleo pada pergelangan kaki)
Ankle sprains mengakibatkan rupturnya selaput ligamentum pada sisi sendi yang terkena, selalu ada kemungkinan fraktur tualng yang membentuk ankle (pergelangan kaki). Akan tetapi penolong pertama biasanya tidak mampu mengidentifikasinya.
Gejala dan tanda:
· Nyeri yang cukup intens dan juga akan menyebabkan retriksi gerakan dan hilangnya fungsi.
· Tenderness
· Pembengkakan
· Hematoma
Manajemen:
- RICE (Rest,Ice,Compression,Elevation).
- Manajemen pergelangan kaki yang patah
- Mencari bantuan medis
- Trauma dada
Trauma dada (iga da otot) umumnya terjadi pada sepakbola dan surfing dari tendangan langsung pada berbagai olahraga. Kram pada otot dada atau diafragma disebut ‘stitch”
Gejala dan tanda:
- Nyeri diatas area yang terkena
- Kram pada area torak
- Kadang-kadang nyeri bahu yang dapat disebabkan oleh trauma organ abdomen di bawah diafragma.
- Kesulitan bernafas
- Usaha-usaha gasping untuk bernafas.
Manajemen:
- Minta korban untuk bernafas dalam dan beristirahat.
- Penatalaksanaan pada fraktur costa.
- Corked thigh
Trauma ini disebabkan oleh tendangan pada depan atau otot tungkai luar, mengakibatkan perdarahan ke dalam otot. Area yang terkena menjadi ketat dan nyeri saat kontraksi otot.
Manajemen:
- RICE (Rest,Ice,Compression,Elevation).
- Peregangan otot
- Mencari bantuan medis
- Trauma mata
Trauma mata umumnya terjadi saat bermain squas atau tennis memakai eyes goggle meskipun tidak memberikan perlindungan yang sempurna. Suatu trauma mata harus diwaspadai, korban sebaiknya dirujuk dengan segera untuk bantuan medis.
Manajemen:
- Menenangkan korban
- Membaringkan korban
- Letakkan perban tipis diatas kedua mata, dipastikan tidak ada tekanan pada mata yang terkena trauma.
- Jika korban perlu bergerak, sebaiknya dilakukan dengan hati-hati dengan berbaring datar.
- Mencari bantuan medis dengan segera.
- Trauma wajah
Trauma wajah terjadi terutama pada olah raga kontak, terutama jika tidak memakai pelindung wajah. Trauma ini bisa mengenai mata, hidung dan gigi dan bisa meliputi lacerasi wajah dan fraktur.
Manajemen:
- DRABC (Danger, Response, Airway, Breathing, Circulation)
- Jika korban tidak radar, pastikan jalan nafas terbuka.
- Mengontrol perdarahan
- Manajemen luka-luka
- Minta bantuan medis
- Trauma jari
Trauma jari bisa terjadi akibat tendangan atau jari teregang dari posisi normal. Sering terjadi pada olahraga, kontak badan, mis: krket, sepakboal judo.
Manajemen:
- DRABC (Danger, Response, Airway, Breathing, Circulation)
- Istirahatkan tangan yang terkena trauma pada bidai yang baik dan diberi pembalut
- Naikkan tangan selama mungkin
- Dislokasi jari atau ibu jari
Dislokasi jari atau ibu jari bisa disebabkan ekstensi berlebihan, fleksi berlebihan atau twisting. Sendi dapat dislokasi sebagian atau komplet. Pada dislokasi kompet, ketidakmampuan menggerakkan sendi dan deformitas biasanya nyata. Pada dislokasi parsial, deformitas bisa nyata dan beberapa gerakan bisa dilakukan.
Manajemen;
- Naikkan tangan
- Cari bantuan medis
- Jangan berusaha mereduksi
Mallet finger (jari mallet)
Merupakan deormitas jari karena rupture tendon, atau fraktur kecil pada dasar ujung tulang.
Gejala dan tanda:
- Nyeri
- Pembengkakan
- Tenderness
- Ujung jari terletak pada posisi flexi dan tidak dapat diekstensi oleh korban
Manajemen:
- Imobilisasi dan menyangga jari dengan bidai lurus
- Cari bantuan medis
Memar (kontusio)
Memar bisa terjadi dibawah jari atau kuku ibu jari ketika darah berkumpul di bawahnya mengikuti trauma pukulan atau benturan.
Gejala dan tanda:
- Nyeri dan berdenyut di ujung jari.
- Darah mengumpul di bawah kuku.
- Panas di sekitar area yang terkena
- Terasa lunak di ujung jari.
- fraktur hidung
Tulang hidung bisa patah dengan perdarahan yang menyertai. Trauma umumnya terjadi pada olah raga “body Contact”, mis: Tinju, Karate
Manajemen:
- Rawat perdarahan, kadang-kadang sulit
- Cari bantuan medis dengan segera
- Trauma pangkal paha dan testis
Trauma ini dapat terjadi sebagai akibat benturan langsung atau peregangan berlebihan pada otot pangkal paha atau paha atas. Trauma berhubungan dengan nyeri hebat. Testis sebaiknya diproteksi jika bermain bola atau olah raga body contact.
Manajemen trauma pangkal paha:
- Kompres dengan es batu
- Cari bantuan medis
Manajemen trauma testis
- DRABC (Danger, Response, Airway, Breathing, Circulation)
- Istirahatkan dan tenangkan korban
- Baringkan korban dengan lutut sedikit ditekuk dan disangga dengan lipatan lutut atau pada posisi yan nyaman.
- Minta korban jangan berkemih
- Cari bantuan medis
- trauma Kepala
Trauma kepala umumnya terjadi pada olah raga body contact dan menggunakan kendaraan
Penatalaksanaan :
- DRABC (Danger, Response, Airway, Breathing, Circulation)
- Observasi korban dengan hati-hati, pastikan bisa istirahat.
- Cari bantuan medis bila terjadi kehilangan kesadaran
- Korban disarankan konsultasi medis sebelum kembali berolahraga.
10. Trauma lutut
Trauma lutut sering terjadi pada olahraga. Pertolongan pertama yang cepat memperpendek waktu pemulihan dan membatasi pembengkakan
Penatalaksanaan :
- RICE (Rest,Ice,Compression,Elevation).
- Bila perlu , rawat lutut yang fraktur tersebut
- Cari bantuan medis
11. Kram Otot
Kram adalah spasme atau kontraksi otot yang abnormal, disebabkan :
- Penggunaan berlebihan
- Excessive jarring (getaran yang berlebihan)
- Adanya robekan kecil
- Hilangnya garam dan cairan tubuh sebagai akibat dari keringat berlebihan
- Kurangnya aliran darah pada area yang terkena : karena ikatan yang terlalu ketat
Gejala dan tanda:
· Nyeri
· Ketidakmampuan menggerakkan otot
· Kekakuan otot karena memendek dan kontraksi.
Penatalaksanaan :
- Regangkan otot yang terkena dengan hati-hati.
- Letakkan es batu
- Jangan dimasase
12. Trauma otot
Penatalaksanaan :
Untuk mencegah pembengkakan dan mempercepat pemulihan :
- RICE ( Rest, Ice, Compression , Elevation )
13. Trauma bahu
Penatalaksanaan :
Semua trauma bahu dirawat sebagai fraktur atau dislokasi :
- Bahu disangga dengan metode St John sling
- Letakkan es batu.
- Cari bantuan medis dengan segera
14. Trauma jaringan lunak pada leher
Trauma ini sering dihubungkan dengan hematom. Pembengkakan dapat mengakibatkan obstruksi jalan napas, menyebabkan kekurangan oksigen , ketidaksadaran dan kematian.
Penatalaksanaan :
- DRABC ( Danger, Response, Airway, Breathing, Circulation )
- Jika korban sadar :
- Letakkan korban pada posisi duduk
- Longarkan kain di sekitar leher
- Letakkan es batu pada leher
- Leher disangga menggunakan cervical collar, handuk yang digulung tebal atau gulungan koran.
- Observasi korban dengan hati-hati untuk masalah jalan napas atau tanda-tanda perdarahan internal.
- Cari bantuan medis dengan segera
13. Trauma Spinal
Trauma ini umumnya terjadi pada olahraga kontak ( body contact) : sepakbola dan diving. Jika diperlukan pemindahan korban, harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Jika tersedia Scoop stretcher bisa digunakan.
14. Fraktur karena tekanan
Penggunaan alat tubuh yang berlebihan dapat menyebabkan fraktur tekanan. Umumnya terjadi pada tulang panjang pada kaki dan lutut
Gejala dan tanda :
Nyeri
Penatalaksanaan :
- Dirawat sebagai fraktur
- Cari bantuan medis
15. Tennis elbow
Tennis elbow merupakan strain otot dan tendo pada siku. Keadaan ini disebabkan stress berlebihan dari pengunaan berlebihan dan bisa menjadi kronik. Terjadi pada berbagai jenis olahraga seperti : tennis, baseball dan lempar lembing
Gejala dan tanda:
· Nyeri di atas tulang pada sisi sendi siku biasanya sisi luar . Nyeri makin berat dengan kontraksi atau peregangan otot yang melekat pada titik tulang.
· Nyeri di atas bagian siku yang sama.
Penatalaksanaan :
- Letakkan es batu di siku
- Istirahatkan lengan pada arm sling
- Cari bantuan medis
16. Winding
Penyebab: pukulan pada abdomen atas
Gejala dan tanda :
· Terengah-engah, kesulitan bernapas
· Dada tidak bergerak
· Mulut korban terbuka lebar.
Penatalaksanaan :
- Bantu korban pada posisi yang menyenangkan untuk membantu bernapas.
- Jangan memompa tungkai atau masase dinding abdomen yang dapat menyebabkan kerusakan lebih lanjut jika terdpat trauma yang serius.
- Cari bantuan medis
Referensi:
Mac Donald L & Verhoeven A, 1993, Australian First Aid Volume One and Two, St John. Ambulans Australia, 34-48