Sapaan Semangat

Selamat Pagi.....good Morning....... Guten Moran.......buenos Dias
Selamat Siang .....good Afternoon.....guten Tag......beunos Tardes
Selamat malam....good evening......guten abend......
Welcome to Gad0Gad0's Bloooooggggg.......

Kamis, 09 Juni 2011

Trauma Olahraga (Sport Injuries)

SPORT INJURIES
(TRAUMA OLAHRAGA)

Materi:
Trauma abdomen
Perubahan tekanan udara
Ankle-Sprain
Trauma dada
Corked thigh
Trauma mata
Trauma wajah
Trauma jari
Fraktur hidung
Trauma pangkal paha dan testis
Trauma kepala
Trauma lutut
Trauma otot
Trauma bahu
Trauma jaringan lunak pada leher
Trauma spinal
Fraktur tekanan
Tennis elbow
winding

Pencegahan
Kebanyakan trauma olahraga dapat dicegah bila atlet:
  • Berlatih secara adekuat sebelum bertanding
  • Tubuh fit untuk melaksanakan olahraga
  • Bermain atau bertanding pada standartnya
  • Berpakaian dan menggunakan peralatan yang tepat
  • Tidak mengulangi olahraga sampai sembuh sepenuhnya dari trauma terdahulu.
Penilaian korban
  • DRABC (Danger, Response, Airway, Breathing, Circulation)
  • Menilai trauma segera setelah terjadi, bukan pada akhir kejadian
  • Menilai trauma secara hati-hati sebelum bergerak ke korban
  • Jangan meninggalkan korban dengan trauma spinal dari lokasi sampai bantuan medis datang.

Manajemen Trauma Olahraga
  1. Trauma abdomen
Trauma abdomen jarang terjadi pada olah raga, tetapi dapat disebabkan oleh pukulan ke abdomen, atau oleh tabrakan kecepatan tinggi, mis: pada surfing.Ingatlah bahwa organ vital (lien, hepar dan ginjal) dapat terkena, lihat tanda-tanda perdarahan internal, korban dengan nyeri abdomen yang berlanjut harus melihat bantuan medis dengan segera.

  1. Perubahan tekanan udara
Perubahan tekanan udara yang terjadi selama SCUBA Diving dan Sky Diving dapat mengakibatkan trauma yang mengancam jiwa.
Pencegahan:
  • Persiapan dan latihan yang cukup
  • Mengikuti prosedur yang aman
Efek:
  • Ruptur gendang telinga (membran timpani)
  • Ruptur alveoli dan paru-paru
  • Nyeri facial akut
  • Penyakit dekompresi (benda) termasuk gelembung nitrogen yang terbentuk dalam darah, dapat mengancam jiwa.
  • Emblisme gas arteri, gelembung udara yang terbentuk dalam darah sebagai akibat dari paru-paru yang rupture, dapat mengancam jiwa.
Manajemen:
  • DRABC (Danger, Response, Airway, Breathing, Circulation)
  • Mencari bantuan medis dengan segera

  1. Ankle sprain (keseleo pada pergelangan kaki)
Ankle sprains mengakibatkan rupturnya selaput ligamentum pada sisi sendi yang terkena, selalu ada kemungkinan fraktur tualng yang membentuk ankle (pergelangan kaki). Akan tetapi penolong pertama biasanya tidak mampu mengidentifikasinya.
Gejala dan tanda:
·         Nyeri yang cukup intens dan juga akan menyebabkan retriksi gerakan dan hilangnya fungsi.
·         Tenderness
·         Pembengkakan
·         Hematoma
Manajemen:
  • RICE (Rest,Ice,Compression,Elevation).
  • Manajemen pergelangan kaki yang patah
  • Mencari bantuan medis

  1. Trauma dada
Trauma dada (iga da otot) umumnya terjadi pada sepakbola dan surfing dari tendangan langsung pada berbagai olahraga. Kram pada otot dada atau diafragma disebut ‘stitch”
Gejala dan tanda:
  • Nyeri diatas area yang terkena
  • Kram pada area torak
  • Kadang-kadang nyeri bahu yang dapat disebabkan oleh trauma organ abdomen di bawah diafragma.
  • Kesulitan bernafas
  • Usaha-usaha gasping untuk bernafas.
Manajemen:
  • Minta korban untuk bernafas dalam dan beristirahat.
  • Penatalaksanaan pada fraktur costa.

  1. Corked thigh
Trauma ini disebabkan oleh tendangan pada depan atau otot tungkai luar, mengakibatkan perdarahan ke dalam otot. Area yang terkena menjadi ketat dan nyeri saat kontraksi otot.
Manajemen:
  • RICE (Rest,Ice,Compression,Elevation).
  • Peregangan otot
  • Mencari bantuan medis


  1. Trauma mata
Trauma mata umumnya terjadi saat bermain squas atau tennis memakai eyes goggle meskipun tidak memberikan perlindungan yang sempurna. Suatu trauma mata harus diwaspadai, korban sebaiknya dirujuk dengan segera untuk bantuan medis.
Manajemen:
  • Menenangkan korban
  • Membaringkan korban
  • Letakkan perban tipis diatas kedua mata, dipastikan tidak ada tekanan pada mata yang terkena trauma.
  • Jika korban perlu bergerak, sebaiknya dilakukan dengan hati-hati dengan berbaring datar.
  • Mencari bantuan medis dengan segera.

  1. Trauma wajah
Trauma wajah terjadi terutama pada olah raga kontak, terutama jika tidak memakai pelindung wajah. Trauma ini bisa mengenai mata, hidung dan gigi dan bisa meliputi lacerasi wajah dan fraktur.
Manajemen:
  • DRABC (Danger, Response, Airway, Breathing, Circulation)
  • Jika korban tidak radar, pastikan jalan nafas terbuka.
  • Mengontrol perdarahan
  • Manajemen luka-luka
  • Minta bantuan medis

  1. Trauma jari
Trauma jari bisa terjadi akibat tendangan atau jari teregang dari posisi normal. Sering terjadi pada olahraga, kontak badan, mis: krket, sepakboal judo.
Manajemen:
  • DRABC (Danger, Response, Airway, Breathing, Circulation)
  • Istirahatkan tangan yang terkena trauma pada bidai yang baik dan diberi pembalut
  • Naikkan tangan selama mungkin

  1. Dislokasi jari atau ibu jari
Dislokasi jari atau ibu jari bisa disebabkan ekstensi berlebihan, fleksi berlebihan atau twisting. Sendi dapat dislokasi sebagian atau komplet. Pada dislokasi kompet, ketidakmampuan menggerakkan sendi dan deformitas biasanya nyata. Pada dislokasi parsial, deformitas bisa nyata dan beberapa gerakan bisa dilakukan.
Manajemen;
  • Naikkan tangan
  • Cari bantuan medis
  • Jangan berusaha mereduksi
Mallet finger (jari mallet)
Merupakan deormitas jari karena rupture tendon, atau fraktur kecil pada dasar ujung tulang.
Gejala dan tanda:
  • Nyeri
  • Pembengkakan
  • Tenderness
  • Ujung jari terletak pada posisi flexi dan tidak dapat diekstensi oleh korban
Manajemen:
  • Imobilisasi dan menyangga jari dengan bidai lurus
  • Cari bantuan medis
Memar (kontusio)
Memar bisa terjadi dibawah jari atau kuku ibu jari ketika darah berkumpul di bawahnya mengikuti trauma pukulan atau benturan.
Gejala dan tanda:
  • Nyeri dan berdenyut di ujung jari.
  • Darah mengumpul di bawah kuku.
  • Panas di sekitar area yang terkena
  • Terasa lunak di ujung jari.

  1. fraktur hidung
Tulang hidung bisa patah dengan perdarahan yang menyertai. Trauma umumnya terjadi pada olah raga “body Contact”, mis: Tinju, Karate
Manajemen:
  • Rawat perdarahan, kadang-kadang sulit
  • Cari bantuan medis dengan segera

  1. Trauma pangkal paha dan testis
Trauma ini dapat terjadi sebagai akibat benturan langsung atau peregangan berlebihan pada otot pangkal paha atau paha atas. Trauma berhubungan dengan nyeri hebat. Testis sebaiknya diproteksi jika bermain bola atau olah raga body contact.
Manajemen trauma pangkal paha:
  • Kompres dengan es batu
  • Cari bantuan medis
Manajemen trauma testis
  • DRABC (Danger, Response, Airway, Breathing, Circulation)
  • Istirahatkan dan tenangkan korban
  • Baringkan korban dengan lutut sedikit ditekuk dan disangga dengan lipatan lutut atau pada posisi yan nyaman.
  • Minta korban jangan berkemih
  • Cari bantuan medis

  1. trauma Kepala
Trauma kepala  umumnya terjadi pada  olah raga body contact dan menggunakan kendaraan
Penatalaksanaan                :
  • DRABC (Danger, Response, Airway, Breathing, Circulation)
  • Observasi  korban dengan hati-hati, pastikan bisa istirahat.
  • Cari bantuan medis bila terjadi kehilangan kesadaran 
  • Korban disarankan konsultasi medis sebelum kembali berolahraga.

10. Trauma lutut
Trauma lutut sering terjadi pada olahraga. Pertolongan  pertama yang cepat memperpendek  waktu pemulihan dan membatasi pembengkakan
Penatalaksanaan                :
  • RICE (Rest,Ice,Compression,Elevation).
  • Bila perlu  , rawat  lutut yang fraktur tersebut 
  • Cari bantuan medis

11. Kram Otot
Kram adalah spasme atau kontraksi otot yang abnormal, disebabkan :
  • Penggunaan berlebihan
  • Excessive jarring (getaran yang berlebihan)
  • Adanya robekan kecil
  • Hilangnya garam dan cairan tubuh sebagai akibat dari  keringat berlebihan
  • Kurangnya aliran darah pada area yang terkena : karena ikatan yang terlalu ketat
Gejala dan tanda:
·         Nyeri 
·         Ketidakmampuan menggerakkan otot
·         Kekakuan otot karena  memendek dan kontraksi.
Penatalaksanaan                :
  • Regangkan otot yang terkena dengan hati-hati.
  • Letakkan es batu 
  • Jangan dimasase

12. Trauma otot
Penatalaksanaan                :
Untuk mencegah pembengkakan dan mempercepat pemulihan :
  • RICE ( Rest, Ice, Compression , Elevation )

13. Trauma bahu
Penatalaksanaan                :
Semua trauma  bahu  dirawat sebagai fraktur atau dislokasi :
  • Bahu disangga dengan metode  St John sling
  • Letakkan es batu.
  • Cari bantuan medis dengan segera

14. Trauma jaringan lunak pada leher
Trauma ini sering dihubungkan dengan  hematom. Pembengkakan dapat mengakibatkan obstruksi jalan napas, menyebabkan kekurangan oksigen , ketidaksadaran dan  kematian.
Penatalaksanaan                :
  • DRABC ( Danger, Response, Airway, Breathing, Circulation )
  • Jika korban sadar :
-      Letakkan korban pada posisi duduk
-      Longarkan kain di sekitar leher
-      Letakkan es batu pada leher
  • Leher disangga menggunakan cervical collar, handuk yang digulung  tebal atau gulungan  koran.
  • Observasi korban dengan hati-hati  untuk masalah jalan napas atau  tanda-tanda  perdarahan internal.
  • Cari bantuan medis dengan segera
13. Trauma Spinal
Trauma ini umumnya terjadi pada olahraga kontak ( body contact) : sepakbola dan diving. Jika diperlukan pemindahan korban, harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Jika tersedia Scoop stretcher bisa digunakan.

14. Fraktur karena tekanan
Penggunaan  alat tubuh yang berlebihan dapat menyebabkan  fraktur tekanan. Umumnya terjadi pada  tulang panjang pada kaki dan lutut
Gejala dan tanda :
Nyeri
Penatalaksanaan                :
  • Dirawat sebagai fraktur
  • Cari bantuan medis

15. Tennis elbow
Tennis elbow merupakan strain otot dan tendo pada siku. Keadaan ini disebabkan stress berlebihan dari pengunaan berlebihan dan bisa menjadi  kronik. Terjadi pada berbagai  jenis olahraga seperti : tennis, baseball dan lempar lembing
Gejala dan tanda:
·         Nyeri  di atas tulang pada sisi sendi siku biasanya sisi luar . Nyeri makin  berat  dengan kontraksi atau peregangan otot yang melekat pada titik tulang.
·         Nyeri di atas bagian siku yang sama.
Penatalaksanaan                :
  • Letakkan es batu  di siku
  • Istirahatkan lengan pada arm sling
  • Cari bantuan medis

16. Winding
Penyebab: pukulan pada abdomen atas
Gejala dan tanda                :
·         Terengah-engah, kesulitan bernapas
·         Dada tidak bergerak
·         Mulut korban terbuka lebar.
Penatalaksanaan                :
  • Bantu korban pada posisi yang menyenangkan untuk membantu bernapas.
  • Jangan memompa  tungkai  atau masase dinding abdomen yang dapat menyebabkan  kerusakan lebih lanjut jika terdpat trauma yang serius.
  • Cari bantuan medis

Referensi:
Mac Donald L & Verhoeven A, 1993, Australian First Aid Volume One and Two, St John. Ambulans Australia, 34-48

Sabtu, 04 Juni 2011

THE POWER OF ME AS PRIVATE VICTORY
(Perspektif Manajemen Diri dan Kepercayaan Diri)

Menjadi manusia yang utuh dan paham akan dirinya sendiri sangat penting, bahkan dimanapun manusia tersebut berada agar dapat menyesuaikan dirinya terhadap setiap lingkungannya, bahkan lingkungan yang sifatnya baru sekalipun, sehingga menurut Steven Covey adalah menjadi individu/manusia yang efektif, dimana efektif yang dimaksud disini adalah individu yang dapat menyeimbangkan antara produksi dengan kemampuan produksi itu sendiri (P/KP). Untuk menjadi individu yang efektif dapat dibentuk melalui kebiasaan-kebiasaan yang efektif pula, kebiasaan-kebiasaan yang efektif ini terbagi menjadi tujuh kebiasaan yang efektif serta dilalui menjadi tiga tahapan yang besar, ketiga tahapan tersebut adalah :
1.      Tahap kemenangan pribadi (kemenangan pemahaman pribadi) yang meliputi kebiasaan proaktivitas, merujuk pada tujuan akhir, dan dahulukan yang utama.
2.      Tahap kemenangan publik (kemenangan pemahaman publik) yang meliputi kebiasaan berpikir menang-menang, berusaha mengerti terlebih dahulu baru dimengerti, dan mewujudkan sinergi.
3.      Tahap evaluasi dan pembaharuan secara terus-menerus dimana didalamnya adalah kebiasaan mengasah gergaji.
Khusus dalam kemenangan pemahaman pribadi tentunya individu yang bersangkutan akan melalui tahap yang paling dasar dari kebiasaan-kebiasaan yang efektif tersebut dan diharapkan setelah kemenangan pemahaman pribadi tercapai maka individu yang bersangkutan akan memiliki pemahaman diri pribadi dalam dirinya secara komperehensif serta dapat menumbuhkan kepercayaan diri yang baik sehingga akan terpacu menuju tahapan-tahapan selanjutnya.

A.    Kebiasaan Efektif Menjadi Proaktif
Individu efektif adalah individu yang berkuasa penuh dalam kehidupan pribadinya, dalam hal ini individu tersebut menjadi kapten dari kehidupan dirinya sendiri sehingga tidak mudah dipengaruhi oleh keadaan, kondisi atau situasi yang bersifat ekternal (dari luar dirinya) yang terkadang memang keadaan seperti tersebut tidak dapat kita rubah. Sebagai contoh adalah warna kulit, bentuk tubuh, atau bahkan cuaca.
Untuk memahami proaktif ini tentunya akan lebih mudah apabila memahami kebalikan dari proaktif ini dimana disebut dengan reaktif. Individu reaktif apabila mendapatkan stimulus atau rangsang cenderung akan langsung memberikan respon, sebaliknya individu proaktif sebelum memberikan respon terdapat satu bagian lagi yang disebut dengan kebebasan untuk memilih, dimana hal tersebut sangat dipengaruhi oleh otot-otot proaktivitas yaitu : keasadaran diri, imajinasi, suara hati, dan kehendak bebas. Otot-otot ini dapat diberdayakan atau dilatih ketika individu sebelum memberikan respon diharapkan untuk menekan tombol “pause” yang terdapat dalam dirinya sehingga dapat berpikir terlebih dahulu sebelum bertindak.
Inti dalam proaktif ini adalah inisiatif, dimana diperoleh dengan cara melatih keempat otot proaktivitas, memperluas lingkaran pengaruh, serta memperkecil lingkaran kepedulian. Memperluas lingkaran pengaruh menjadikan individu tidak mudah terpengaruh oleh kondisi eksternal dari individu tersebut.
“Tuhan, beri saya keberanian untuk mengubah apa yang dapat dan harus diubah, ketenangan dalam menerima apa yang tidak dapat diubah, dan kebijaksanaan untuk dapat mengetahui perbedaan diantara keduanya (Doa Alcoholic Anonymous).”

B.     Kebiasaan Efektif Merujuk Pada Tujuan Akhir
Merujuk pada tujuan akhir berarti memulai dengan pengertian yang jelas tentang penetapan tujuan. Hal ini berarti dapat mengetahui kemana akan pergi sehingga diharapkan sebaiknya mengerti dimana posisi sekarang, dengan begitu akan mengetahui bahwa langkah-langkah yang diambil selalu pada arah yang benar.
Kaidah merujuk pada tujuan akhir ini adalah penetapan tujuan (goal setting) dimana visi, misi, serta tujuan dapat komperehensif mengenai arah perjalanan kehidupan. Cara yang dapat dipergunakan dalam penetapan tujuan ini adalah dengan melalui pengembangan pernyataan misi pribadi dalam kehidupan ini, melalui pernyataan misi pribadi ini diharapkan dalam menjalani kehidupan melalui arah yang tepat dan benar serta dapat mencapai kebermaknaan dalam kehidupan. Pernyataan misi pribadi berisi dua pertanyaan, yaitu “ingin menjadi apakah individu tersebut?” dan “apa yang dilakukan?”. Hal ini berarti individu yang bersangkutan memiliki gambaran apa yang diinginkan dan bagaimana cara meraihnya dimana cara meraih tersebut sebaiknya melalui kegiatan-kegiatan atau kebiasaan-kebiasaan yang operasional, dapat/mudah dilakukan, serta dapat dibagi dalam kegiatan jangka pendek, menengah, dan panjang.
Berpusat pada prinsip merupakan inti dalam penetapan tujuan, terdapat berbagai lingkaran pengaruh (rumah, keluarga, pekerjaan, uang, dan lain-lain), akan tetapi ketika berpusat pada prinsip akan memberikan gambaran yang jauh lebih komperehensif dan berisi tentang nilai-nilai yang luhur. Berpusat pada prinsip ini menurut seorang ahli bidang psikologi disamakan dengan super ego, dimana super ego ini berisi tentang nilai-nilai dan budi pekerti yang luhur. Semakin kaya akan super ego maka berpusat pada prinsip akan lebih mudah di internalisasi.

C.    Kebiasaan Efektif Mendahulukan Yang Utama
Kebiasaan efektif yang ketiga dalam kemenangan pribadi yang dalam hal ini akan memperkuat karakter kepemimpinan pribadi adalah dahulukan yang utama, hal ini erat kaitannya dengan skala prioritas atau manajemen diri dalam kehidupan ini.
Terdapat satu filosofi yang sangat baik berkaitan dengan kebiasaan ini : “Orang sukses memiliki kebiasaan mengerjakan hal-hal yang tidak suka dikerjakan oleh orang gagal.  Mereka belum tentu suka mengerjakannya.  Namun, ketidaksukaan mereka tunduk pada kekuatan tujuan mereka (E.M. Gray)”.
Mendahulukan yang utama merupakan inti dari manajemen diri karena manajemen diri ini berfokus pada peningkatan hubungan dan pada pencapaian hasil serta pemeliharaan hubungan P/KP.
Apabila dianalogikan berpikir seperti komputer, maka untuk kebiasaan yang pertama diatas “individu adalah pembuat program (proaktif)”, kemudian pada kebiasaan yang kedua adalah “program tersebut dituliskan (merujuk pada tujuan akhir)”, dan kebiasaan yang ketiga ini adalah “program tersebut dihidupkan (dahulukan yang utama)”.
Dalam manajemen diri dikenal dengan empat kuadran :
Mendesak
Penting
Tidak Mendesak
I
AKTIVITAS :
Krisis
Masalah yang mendesak
Deadline/Tenggat waktu
II
AKTIVITAS :
Pencegahan, aktivitas KP
Pengembangan hubungan
Pengenalan peluang baru
Perencanaan, rekreasi
Tidak Penting
III
AKTIVITAS :
Interupsi, beberapa telepon
Beberapa pos, beberapa laporan
Beberapa pertemuan
Urusan yang mendesak
Aktivitas yang populer
IV
AKTIVITAS :
Hal-hal sepele, kerja sibuk
Beberapa pos
Beberapa telepon
Pemboros waktu
Aktivitas yang menyenangkan

Fokus pada kebiasaan efektif dahulukan utama ini terdapat pada kuadran kedua, dimana aktivitas-aktivitas tersebut tidak mendesak namun penting untuk dilakukan. Inti dari manajemen diri ini adalah pada kuadran kedua. Sebagai contoh riil adalah olahraga, perencanaan dalam setiap kegiatan, rekreasi, serta relaksasi.
D.    Kesimpulan
Tiga kebiasaan efektif yang dapat dicapai dan terdapat pada tahap kemenangan pemahaman pribadi akan dapat mengantarkan individu pada tingkat kepercayaan diri yang baik serta dapat memiliki kepemimpinan pribadi yang baik pula sehingga mudah membawa individu tersebut ke dalam lingkungan apapun dan meski baru sekalipun.
Sumber : Arista Adi Nugroho (Dosen Psikologi UNS)