Sapaan Semangat

Selamat Pagi.....good Morning....... Guten Moran.......buenos Dias
Selamat Siang .....good Afternoon.....guten Tag......beunos Tardes
Selamat malam....good evening......guten abend......
Welcome to Gad0Gad0's Bloooooggggg.......

Sabtu, 04 Juni 2011

THE POWER OF ME AS PRIVATE VICTORY
(Perspektif Manajemen Diri dan Kepercayaan Diri)

Menjadi manusia yang utuh dan paham akan dirinya sendiri sangat penting, bahkan dimanapun manusia tersebut berada agar dapat menyesuaikan dirinya terhadap setiap lingkungannya, bahkan lingkungan yang sifatnya baru sekalipun, sehingga menurut Steven Covey adalah menjadi individu/manusia yang efektif, dimana efektif yang dimaksud disini adalah individu yang dapat menyeimbangkan antara produksi dengan kemampuan produksi itu sendiri (P/KP). Untuk menjadi individu yang efektif dapat dibentuk melalui kebiasaan-kebiasaan yang efektif pula, kebiasaan-kebiasaan yang efektif ini terbagi menjadi tujuh kebiasaan yang efektif serta dilalui menjadi tiga tahapan yang besar, ketiga tahapan tersebut adalah :
1.      Tahap kemenangan pribadi (kemenangan pemahaman pribadi) yang meliputi kebiasaan proaktivitas, merujuk pada tujuan akhir, dan dahulukan yang utama.
2.      Tahap kemenangan publik (kemenangan pemahaman publik) yang meliputi kebiasaan berpikir menang-menang, berusaha mengerti terlebih dahulu baru dimengerti, dan mewujudkan sinergi.
3.      Tahap evaluasi dan pembaharuan secara terus-menerus dimana didalamnya adalah kebiasaan mengasah gergaji.
Khusus dalam kemenangan pemahaman pribadi tentunya individu yang bersangkutan akan melalui tahap yang paling dasar dari kebiasaan-kebiasaan yang efektif tersebut dan diharapkan setelah kemenangan pemahaman pribadi tercapai maka individu yang bersangkutan akan memiliki pemahaman diri pribadi dalam dirinya secara komperehensif serta dapat menumbuhkan kepercayaan diri yang baik sehingga akan terpacu menuju tahapan-tahapan selanjutnya.

A.    Kebiasaan Efektif Menjadi Proaktif
Individu efektif adalah individu yang berkuasa penuh dalam kehidupan pribadinya, dalam hal ini individu tersebut menjadi kapten dari kehidupan dirinya sendiri sehingga tidak mudah dipengaruhi oleh keadaan, kondisi atau situasi yang bersifat ekternal (dari luar dirinya) yang terkadang memang keadaan seperti tersebut tidak dapat kita rubah. Sebagai contoh adalah warna kulit, bentuk tubuh, atau bahkan cuaca.
Untuk memahami proaktif ini tentunya akan lebih mudah apabila memahami kebalikan dari proaktif ini dimana disebut dengan reaktif. Individu reaktif apabila mendapatkan stimulus atau rangsang cenderung akan langsung memberikan respon, sebaliknya individu proaktif sebelum memberikan respon terdapat satu bagian lagi yang disebut dengan kebebasan untuk memilih, dimana hal tersebut sangat dipengaruhi oleh otot-otot proaktivitas yaitu : keasadaran diri, imajinasi, suara hati, dan kehendak bebas. Otot-otot ini dapat diberdayakan atau dilatih ketika individu sebelum memberikan respon diharapkan untuk menekan tombol “pause” yang terdapat dalam dirinya sehingga dapat berpikir terlebih dahulu sebelum bertindak.
Inti dalam proaktif ini adalah inisiatif, dimana diperoleh dengan cara melatih keempat otot proaktivitas, memperluas lingkaran pengaruh, serta memperkecil lingkaran kepedulian. Memperluas lingkaran pengaruh menjadikan individu tidak mudah terpengaruh oleh kondisi eksternal dari individu tersebut.
“Tuhan, beri saya keberanian untuk mengubah apa yang dapat dan harus diubah, ketenangan dalam menerima apa yang tidak dapat diubah, dan kebijaksanaan untuk dapat mengetahui perbedaan diantara keduanya (Doa Alcoholic Anonymous).”

B.     Kebiasaan Efektif Merujuk Pada Tujuan Akhir
Merujuk pada tujuan akhir berarti memulai dengan pengertian yang jelas tentang penetapan tujuan. Hal ini berarti dapat mengetahui kemana akan pergi sehingga diharapkan sebaiknya mengerti dimana posisi sekarang, dengan begitu akan mengetahui bahwa langkah-langkah yang diambil selalu pada arah yang benar.
Kaidah merujuk pada tujuan akhir ini adalah penetapan tujuan (goal setting) dimana visi, misi, serta tujuan dapat komperehensif mengenai arah perjalanan kehidupan. Cara yang dapat dipergunakan dalam penetapan tujuan ini adalah dengan melalui pengembangan pernyataan misi pribadi dalam kehidupan ini, melalui pernyataan misi pribadi ini diharapkan dalam menjalani kehidupan melalui arah yang tepat dan benar serta dapat mencapai kebermaknaan dalam kehidupan. Pernyataan misi pribadi berisi dua pertanyaan, yaitu “ingin menjadi apakah individu tersebut?” dan “apa yang dilakukan?”. Hal ini berarti individu yang bersangkutan memiliki gambaran apa yang diinginkan dan bagaimana cara meraihnya dimana cara meraih tersebut sebaiknya melalui kegiatan-kegiatan atau kebiasaan-kebiasaan yang operasional, dapat/mudah dilakukan, serta dapat dibagi dalam kegiatan jangka pendek, menengah, dan panjang.
Berpusat pada prinsip merupakan inti dalam penetapan tujuan, terdapat berbagai lingkaran pengaruh (rumah, keluarga, pekerjaan, uang, dan lain-lain), akan tetapi ketika berpusat pada prinsip akan memberikan gambaran yang jauh lebih komperehensif dan berisi tentang nilai-nilai yang luhur. Berpusat pada prinsip ini menurut seorang ahli bidang psikologi disamakan dengan super ego, dimana super ego ini berisi tentang nilai-nilai dan budi pekerti yang luhur. Semakin kaya akan super ego maka berpusat pada prinsip akan lebih mudah di internalisasi.

C.    Kebiasaan Efektif Mendahulukan Yang Utama
Kebiasaan efektif yang ketiga dalam kemenangan pribadi yang dalam hal ini akan memperkuat karakter kepemimpinan pribadi adalah dahulukan yang utama, hal ini erat kaitannya dengan skala prioritas atau manajemen diri dalam kehidupan ini.
Terdapat satu filosofi yang sangat baik berkaitan dengan kebiasaan ini : “Orang sukses memiliki kebiasaan mengerjakan hal-hal yang tidak suka dikerjakan oleh orang gagal.  Mereka belum tentu suka mengerjakannya.  Namun, ketidaksukaan mereka tunduk pada kekuatan tujuan mereka (E.M. Gray)”.
Mendahulukan yang utama merupakan inti dari manajemen diri karena manajemen diri ini berfokus pada peningkatan hubungan dan pada pencapaian hasil serta pemeliharaan hubungan P/KP.
Apabila dianalogikan berpikir seperti komputer, maka untuk kebiasaan yang pertama diatas “individu adalah pembuat program (proaktif)”, kemudian pada kebiasaan yang kedua adalah “program tersebut dituliskan (merujuk pada tujuan akhir)”, dan kebiasaan yang ketiga ini adalah “program tersebut dihidupkan (dahulukan yang utama)”.
Dalam manajemen diri dikenal dengan empat kuadran :
Mendesak
Penting
Tidak Mendesak
I
AKTIVITAS :
Krisis
Masalah yang mendesak
Deadline/Tenggat waktu
II
AKTIVITAS :
Pencegahan, aktivitas KP
Pengembangan hubungan
Pengenalan peluang baru
Perencanaan, rekreasi
Tidak Penting
III
AKTIVITAS :
Interupsi, beberapa telepon
Beberapa pos, beberapa laporan
Beberapa pertemuan
Urusan yang mendesak
Aktivitas yang populer
IV
AKTIVITAS :
Hal-hal sepele, kerja sibuk
Beberapa pos
Beberapa telepon
Pemboros waktu
Aktivitas yang menyenangkan

Fokus pada kebiasaan efektif dahulukan utama ini terdapat pada kuadran kedua, dimana aktivitas-aktivitas tersebut tidak mendesak namun penting untuk dilakukan. Inti dari manajemen diri ini adalah pada kuadran kedua. Sebagai contoh riil adalah olahraga, perencanaan dalam setiap kegiatan, rekreasi, serta relaksasi.
D.    Kesimpulan
Tiga kebiasaan efektif yang dapat dicapai dan terdapat pada tahap kemenangan pemahaman pribadi akan dapat mengantarkan individu pada tingkat kepercayaan diri yang baik serta dapat memiliki kepemimpinan pribadi yang baik pula sehingga mudah membawa individu tersebut ke dalam lingkungan apapun dan meski baru sekalipun.
Sumber : Arista Adi Nugroho (Dosen Psikologi UNS)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar